MOHAMMAD NATSIR MENGUTAMAKAN ADAB, ILMU-ILMU KEISLAMAN, DAN MENJADI GURU

  • Whatsapp


Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

Salah satu keteladanan pendiri Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia,  Mohammad Natsir, dalam perjuangan adalah kegigihanya dalam menuntut ilmu dan mengamalkan ilmunya. Saat masih sekolah di AMS Bandung (Algemene Middelbare School/setingkat SMA), Natsir sangat tekun mendalami ilmu-ilmu agama (ulumuddin), disamping belajar sungguh-sungguh di sekolah umum.

Ia gemar membaca buku dan menjadi anggota perpustakaan di Bandung dengan bayaran tiga rupiah sebulan. Natsir tahu setiap buku baru yang datang. Ada tiga guru yang mempengaruhi pikirannya: A. Hassan, Haji Agus Salim, dan Syech Akhmad Syoerkati. Natsir tertarik kepada kesederhanaan A. Hassan, kerapian kerja, dan kealimannya. Selain itu A. Hassan juga dikenal seorang ahli perusahaan dan ahli debat. Di Kota Bandung ini pula, Natsir aktif dalam organisasi Jong Islamiten Bond (JIB).

Lulus AMS tahun 1930 dengan nilai tinggi, Natsir berhak melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum di  Batavia (Jakarta). Itu sesuai dengan keinginan orang tuanya, agar ia menjadi Meester in de Rechten. Ia juga bisa melanjutkan kuliah ekonomi di Rotterdam. Lulusan SMA saat itu pun bisa menjadi pegawai negeri dengan gaji tinggi. Namun, Natsir tidak mengambil peluang kuliah dan menjadi pegawai pemerintah Hindia Belanda tersebut.

Dalam sebuah surat kepada anak-anaknya saat bergerilya di hutan-hutan belantara Sumatra, Natsir bercerita, mengapa ia tidak tergiur untuk melanjutkan kuliah: ”Aneh! Semua itu tidak menerbitkan selera Aba sama sekali. Aba merasa ada satu lapangan yang paling penting daripada itu semua. Aba ingin mencoba menempuh jalan lain.  Aba ingin berkhitmad kepada Islam dengan langsung.  Belum terang benar Aba pada permulaannya, apa yang harus dikerjakan sesungguhnya.  Tapi dengan tidak banyak pikir-pikir Aba putuskanlah bahwa tidak akan melanjutkan pelajaran ke Fakultas mana pun juga. Aba hendak memperdalam pengetahuan tentang Islam lebih dahulu. Sudah itu bagaimana nanti.”

Lanjut baca,

http://member.adianhusaini.id/member/blog/detail/mohammad-natsir-mengutamakan-adab,–ilmu-ilmu-keislaman,-dan-menjadi-guru

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *