MENYEMAI SEKULARISASI DARI YOGYAKARTA

  • Whatsapp

Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

Karel Steenbrink,  dalam tulisannya berjudul “Patterns of Muslim-Christian Dialogue in Indonesia, 1965-1998”, — dimuat dalam buku Jacques Waardenburg, Muslim-Christian Perceptions of Dialogue Today, (Leuven: Peeters, 2000) menulis: “The book The Secular City by Harvey Cox had a great impact in these young students.”  

Steenbrink menunjuk pada buku “The Secular City” karya Harvey Cox, yang di tahun 1960-an menjadi buku populer sedunia. Buku ini mengajak kaum Kristen untuk menerima sekulerisasi. Harvey Cox mengawali bukunya dengan bab “The Biblical Source of Secularization”. Katanya, “Secularization is the legitimate consequence of the impact of biblical faith on history.” Bahwa sekularisasi adalah akibat logis dari dampak kepercayaan Bible terhadap sejarah. 

Masih menurut Harvey Cox, sekularisasi adalah pembebasan manusia dari asuhan agama dan metafisika, pengalihan perhatiannya dari ‘dunia lain’ menuju dunia kini. (Secularization is the liberation of man from religious and metaphysical tutelage, the turning of his attention away from other worlds and towards this one).

Karena sudah menjadi satu keharusan, kata Cox, maka kaum Kristen tidak seyogyanya menolak sekularisasi. Sebab sekularisasi merupakan konsekuensi otentik dari kepercayaan Bible. Maka, tugas kaum Kristen adalah menyokong dan memelihara sekularisasi. (Harvey Cox, The Secular City: Secularization and Urbanization in Theological Perspective, (New York: The Macmillan Company, 1967).

Nah, buku Harvey Cox yang mendukung proses sekularisasi itulah yang menurut Steenbrink, memiliki pengaruh besar terhadap “these young students”. Yang dimaksud  “these young students”  adalah sekelompok aktivis mahasiswa di Yogyakarta yang tergabung dalam Limited Group. Diantara mereka ada seorang bernama Ahmad Wahib.

            Dalam Catatan Hariannya, Ahmad Wahib menulis:  “Sejauh  yang aku amati selama ini, agama terjadi telah kehilangan daya serap dalam masalah-masalah dunia. Petunjuk-petunjuk Tuhan tidak mampu kita sekularkan. Padahal, sekularisasi ajaran-ajaran Tuhan mutlak bagi kita kalau kita tidak ingin sekularistis.”

Lanjut baca,

http://member.adianhusaini.id/member/blog/detail/menyemai-sekularisasi-dari-yogyakarta

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *