BERSIKAP ADIL TERHADAP DEMOKRASI

  • Whatsapp

 Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

            Saat ini, di tengah umat Islam, beredar sejumlah tulisan dan buku yang perlu berhati-hati dalam memahaminya. Sebab, buku semacam ini bisa menimbulkan pandangan yang tidak adil terhadap sesama muslim yang memiliki pemahaman dan jalan yang berbeda dalam perjuangan.     

Sebagai contoh, sebuah buku berjudul: “Demokrasi Sistem Kufur: Haram Mengambilnya, Menerapkannya,  dan  Mempropagandakannya,  (Bogor : Pustaka Thariqul Izzah, 1994). Buku ini menyebutkan, bahwa’Demokrasi’ yang dijajakan Barat adalah sistem kufur dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Islam, dan kaum muslimin haram mengambil dan menyebarluaskan demokrasi serta mendirikan partai-partai politik yang berasaskan demokrasi. Lalu, disimpulkan: ”Kaum muslim wajib membuang demokrasi  sejauh-jauhnya karena demokrasi adalah najis dan merupakan hukum thaghut.”

            Ada lagi buku yang isinya lebih keras. Judulnya, ”Kalau bukan Tauhid Apa Lagi? Membedah NKRI dengan Millah Ibrahim. Dalam  buku II, hlm. 106, disebutkan: ”Berarti RI adalah negara jahiliyah, kafir, zhalim dan fasiq, sehingga wajib bagi setiap muslim membenci dan memusuhinya, serta haramlah mencintai dan loyal kepadanya.”

*****

            Kita bisa bertanya terhadap buku pertama: ”Bagaimana dengan para ulama, tokoh-tokoh Islam, dan juga organisasi Islam yang berjuang dalam sistem pemerintahan Indonesia yang menganut demokrasi?  Pada pemilu tahun 1955, misalnya, Buya Hamka, Mohammad Natsir, Kasman Singodimedjo, dan banyak ulama lainnya menjadi anggota parlemen yang menerapkan sistem demokrasi. Apa mereka tidak tahu tentang itu semua?

Lanjut baca,

http://member.adianhusaini.id/member/blog/detail/bersikap-adil-terhadap-demokrasi

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *