PENTINGNYA MEMBANGUN LITERASI DAI

  • Whatsapp

Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

            Pada hari Sabtu (10/10/2020), saya mengisi acara “Sekolah Dai Rahmatan Lil-Alamin” yang diselenggarakan oleh IKADI Depok. Acara diikuti sekitar 100-an dai. Sebagian besar berasal dari Kota Depok.

            Para dai adalah orang-orang yang menjalankan aktivitas dakwah. Merekalah orang-orang mulia yang melanjutkan perjuangan menegakkan amanah risalah. Dan siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah dan beramal shalih serta berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim.” (QS Fusshilat: 33)

            Jadi, menjadi dai adalah pekerjaan mulia. Setiap muslim, pada hakikatnya, adalah dai. Rasulullah saw memerintahkan setiap muslim untuk peduli pada perjuangan amar ma’ruf nahi munkar. Siapa saja yang melihat kemunkaran, kata Nabi saw, maka ubahlah dengan tangannya, lisannya, atau hatinya. Yang terakhir itu adalah selemah-lemah iman.

            Para dai melanjutkan perjuangan Nabi Muhammad saw. “Dialah, Allah, yang mengutus pada kaum yang ummiy, seorang Rasul. Sang Rasul menyampaikan ayat-ayat Allah, mensucikan mereka, dan mengajarkan al-Kitab dan al-Hikmah.” (QS al-Jumuah: 2).

            Jadi, tugas Rasulullah saw adalah menyampaikan ayat-ayat Allah, mensucikan umatnya, dan mengajarkan al-Kitab dan al-Hikmah. Itulah juga tugas para dai yang sangat mulia. Untuk menjadi dai yang baik, diperlukan keikhlasan, kecintaan dan kesungguhan dalam mencari ilmu. Kepada para peserta Sekolah Dai IKADI Depok, saya mencontohkan dua sosok dai teladan, yaitu Buya Hamka dan Mohammad Natsir. Perjalanan keilmuan dan perjuangan kedua tokoh itu patut dijadikan teladan bagi para dai. (Lihat: Adian Husaini dan Galih Setiawan, Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir dan Hamka dalam bidang Pendidikan, Jakarta: GIP, 2020).

Kepada IKADI Depok saya mengusulkan agar upaya meningkatkan literasi dai dijadikan program penting. Salah satu bentuknya adalah menyiapkan anggaran penelitian bagi para dai. Berikan mereka kesempatan untuk melakukan penelitian – misanya selama tiga bulan – lalu menulis satu makalah atau buku atas hasil penelitiannya. Para dai itu pun harus ditingkatkan kemampuan menulis.

Lanjut baca,

http://member.adianhusaini.id/member/blog/detail/pentingnya-membangun-literasi-dai

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *